Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Kemerdekaan, Muslimah, dan Ruang yang Masih Dicari

  Ketika Perempuan Bangkit, Peradaban Menguat.  Kemerdekaan bukan hanya tentang lepas dari penjajahan fisik, tapi juga tentang kebebasan untuk berdaya dalam batas syari'at.    Euforia kemerdekaan kembali riuh berkumandang dari seluruh pelosok negeri, mengobarkan semangat merah putih yang berkibar di berbagai sudut ruang.  Tapi di antara hiruk pikuk perayaan yang bergema tak bisa menutupi kabut hitam yang sedang menyerang kedamainan negeri. Semua orang merasa termasuk golongan kami, para muslimah kepalanya riuh oleh beberapa tanya yang bersahutan : Adakah  peran kami dalam merawat dan melanjutkan kemerdekaan ini ? Tersediakah ruang ruang publik yang halal untuk kami isi? Apakah kami boleh turut berkontribusi ditengah konflik dan isu yang merenggut kebebasan dan keamanan kami?  Bagi kami merdeka bukan lagi sekedar kebebasan atas penjajahan fisik semata. Tetapi  juga kebebasan untuk turut mengambil peran, mengepakkan sayap, melukiskan mimpi, menorehk...

Anak Bukan Penawar Luka: Pentingnya Kecerdasan Emosional Sebelum Menjadi Ibu

Pentingnya Kecerdasan Emosional Sebelum Menjadi Ibu  Banyak orang tua terutama ibu tak sadar membesarkan trauma, bukan anak Kalimat ini barangkali terdengar menohok, tapi juga sangat nyata. Dalam diam, banyak anak tumbuh di bawah bayang-bayang luka yang bukan miliknya. Mereka besar untuk menjadi pelipur lara bagi masa lalu orang tuanya. Mereka dibentuk bukan demi masa depan mereka sendiri, tapi untuk membayar kegagalan cinta yang tak selesai, mimpi yang tak tercapai, atau kemarahan yang tak pernah diredakan. Alih-alih mendidik anak sebagai individu merdeka, banyak orang tua terutama ibu secara tidak sadar menanamkan luka masa kecilnya ke dalam pola asuh. Anak dipaksa sempurna agar bisa membuktikan bahwa ibunya dulu tak sepenuhnya gagal. Anak dipaksa patuh bukan karena cinta, tapi karena dulu sang ibu tak pernah diberi ruang untuk bicara. Anak dilarang menangis, karena dulu sang ibu harus belajar menahan tangis demi terlihat kuat. Anak akhirnya tumbuh bukan sebagai pribadi, tapi seb...