“Benar dan salah bukanlah penilaian mutlak, sebab di antaranya ada keliru. Sebuah proses menuju kebenaran, hanya jika hati cukup lapang untuk menerima koreksi” Kita hidup di masa di mana opini sering kali dianggap kebenaran, dan koreksi disamakan dengan serangan. Banyak orang ingin terlihat benar, bukan ingin menemukan yang benar. Padahal, kebenaran sejati tidak pernah lahir dari ego yang menolak kritik, melainkan dari kesediaan untuk mengakui bahwa kita bisa saja keliru. Namun, ada satu hal yang kini semakin sering terjadi kita merasa paling memahami suatu bidang, paling tahu konteks, hingga merasa pihak luar tidak berhak memberi kritik. Padahal bukankah justru kritik yang sehat sering datang dari luar lingkar pandang kita? Dari mereka yang melihat hal-hal yang luput dari perhatian karena kita terlalu tenggelam di dalamnya.Masalahnya, kita sering gagal membedakan antara dikritik dan dihakimi. Dua hal yang berbeda tapi tipis sekali jaraknya. Saat hati dipenuhi prasangka, kritik...
Blog ini berisi tulisan-tulisan berdasarkan pandangan pribadi dan keresahan hati penulis